Pengertian
Pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Penamaan
Asteroid yang baru ditemukan diberikan suatu penandaan sementara (contohnya 2002 AT4) terdiri atas tahun penemuan dan kode alfanumerik yang menunjukkan setengah bulanan dari penemuan dan urutan penemuan dalam setengah bulanan tersebut. Setelah orbit asteroid terkonfirmasi, asteroid tersebut diberikan angka dan kemudian dapat juga diberikan nama (contohnya 433 Eros)
Pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Penamaan
Asteroid yang baru ditemukan diberikan suatu penandaan sementara (contohnya 2002 AT4) terdiri atas tahun penemuan dan kode alfanumerik yang menunjukkan setengah bulanan dari penemuan dan urutan penemuan dalam setengah bulanan tersebut. Setelah orbit asteroid terkonfirmasi, asteroid tersebut diberikan angka dan kemudian dapat juga diberikan nama (contohnya 433 Eros)
Tata Surya
Asteroid dalam sistem tata surya pertama kali
ditemukan adalah 1 Ceres ditemukan pada 1801
oleh Giuseppe Piazzi. Kini rata-rata sebanyak 5000
buah per bulan ditemukan penemuan baru
dari asteroid. Diperkirakan asteroid berdiameter
lebih dari 1 km berjumlah 1.1 hingga 1.9
juta. Asteroid terluas sebelah dalam yaitu 1
Ceres berdiameter 900-1000 km.Dua asteroid
sabuk sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta
berdiameter 500 km
ditemukan adalah 1 Ceres ditemukan pada 1801
oleh Giuseppe Piazzi. Kini rata-rata sebanyak 5000
buah per bulan ditemukan penemuan baru
dari asteroid. Diperkirakan asteroid berdiameter
lebih dari 1 km berjumlah 1.1 hingga 1.9
juta. Asteroid terluas sebelah dalam yaitu 1
Ceres berdiameter 900-1000 km.Dua asteroid
sabuk sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta
berdiameter 500 km
Berikut adalah contoh dari proses eksekusi program :
Keterangan :
- Program Counter (PC) = Address of Instruction
- Instruction Register (IR) = Instruction being Executed
- Accumulator (AC) = Temporary Storage
- PC berisi angka 300 dimana angka 300 didapat dari alamat perintah pertama yang diberkan dari memory. Kemudian, perintah dalam bentuk hexadecimal (1940) masuk ke dalam IR sehingga nilai IR menjadi 1940.
- Setelah IR berisi nilai 1940, hal tersebut
mengindikasikan AC harus diisi dengan nilai pada alamat 940. Bukan alamat lain seperti 450, 560 atau lainnya, hal
tersebut terjadi karena nilai AC yang harus diisi mengikuti nilai dari
IR itu sendiri. Dengan kata lain, nilai AC akan menyesuaikan dengan
nilai yang terdapat pada IR karena kita akan mengambil 3 digits
hexadecimal yang terdapat pada IR. Dalam contoh ini, nilai IR 1940,
maka yang diambil ada nilai yang berada pada alamat
1940 (940), yaitu 0003. - Perintah selanjutnya (5941) di dapat dari alamat 301 sehingga PC akan bernilai menjadi 301 dan IR bernilai 5941. AC akan mengambil nilai yang terdapat pada alamat 941. Namun, AC tidak berubah seperti PC dan IR, AC akan ditambkan dengan nilai yang sebelumnya sudah ada. Sehingga nilai AC saat ini menjadi 0005 (0002+0003). AC tidak berubah mutlak atau ditambahkan, karena AC sendiri merupakan penyimpanan sementara sehingga nilainya akan ditambahkan sampai program selesai dieksekusi.
- Perintah selanjutnya (2941) yang di dapat dari alamat 302, maka PC bernilai 302 dan IR bernilai 2941. Sedangkan AC tetap karena ini adalah akhir dari eksekusi program. Langkah terakhir adalah memindahkan nilai AC ke alamat memori 941.
sumber : http://iqbalparabi.com/sistem-dan-arsitektur-komputer/
Ada dua kelas utama dari arsitektur komputer, yaitu ‘arsitektur Havard’ dan ‘arsitektur Von Neumann (atau Princeton).
Arsitektur Harvard
- Arsitektur Havard menggunakan memori terpisah untuk program dan data dengan alamat dan bus data yang berdiri sendiri
- Karena dua perbedaan aliran data dan alamat, maka tidak diperlukan multiplexing alamat dan bus data.
- Arsitektur ini tidak hanya didukung dengan bus paralel untuk alamat dan data, tetapi juga menyediakan organisasi internal yang berbed sedemikian rupa instruksi dapat diambil dan dikodekan ketika berbagai data sedang diambil dan dioperasikan.
- Lebih lanjut lagi, bus data bisa saja memiliki ukuran yang berbeda dari bus alamat. Hal ini memungkinkan pengoptimalan bus data dan bus alamat dalam pengeksekusian instruksi yang cepat
- Sebagai contoh, mikrokontroler Intel keluarga MCS-51 menggunakan arsitektur Havard karena ada perbedaan kapasitas memori untuk program dan data, dan bus terpisah (internal) untuk alamat dan data.
- Begitu juga dengan keluarga PIC dari Microchip yang menggunakan arsitektur Havard.
Arsitektur Von Neumann
- Pada arsitektur Von Neumann, program dan data dibagi pada ruang memori yang sama.
- Arsitektur Von Neumann menyediakan fitur penyimpanan dan modifikasi program secara mudah. Bagaimanapun, penyimpanan program tidak mungkin optimal dan membutuhkan berbagai pengumpulan program dan data untuk membentuk instruksi. Pengumpulan program dan data diselesaikan menggunakan time division multiplexing yang akan berpengaruh pada performa mikrokontroler itu sendiri
- Salah satu contoh mikrokontroler yang menggunakan arsitektur Von Neumann (princeton) adalah Motorola 68HC11.
- Semua data di dalam program selebar 1 byte (8-bit). Karena bus data yang digunakan dalam pembacaa program memiliki beberapa jalur (12, 14 atau 16), instruksi dan data dapat dibaca dibaca sekaligus. Dengan demikian, semua instruksi dapat dieksekusi hanya dengan satu siklus instruksi, kecuali instruksi lompat (jump) yang dieksekusi dalam dua siklus.
- Kenyataan bahwa program (ROM) dan data sementara (RAM) terpisah, CPU dapat mengeksekusi dua instruksi sekaligus. Gampangnya, selama proses pembacaan dan penulisan RAM (akhir dari suatu instruksi), instruksi berikutnya dibaca melalui bus yang lain.
- Jika menggunakan mikrokontrole menggunakan arsitektur Von-Neumann kita tidak bisa tahu seberapa banyak memori yang dibutuhkan oleh beberapa instruksi. Pada dasarnya, masing-masing instruksi program membutuhkan dua lokasi memori (satu mengandung instruksi APA yang harus dilakukan, sedangkan sisanya mengandung informasi data YANG MANA akan diproses).
Kekurangan Arsitektur Harvard
Arsitektur Harvard tidak memungkinkan untuk
menempatkan data pada ROM. Kedengarannya aneh, tetapi arsitektur ini memang
tidak memungkinkan untuk mengakses data yang ada di ROM. Namun hal ini bisa
diatasi dengan cara membuat instruksi dan mekanisme khusus untuk pengalamatan
data di ROM. Mikroprosesor yang memiliki instruksi seperti ini biasanya disebut
ber-arsitektur Modified Harvard. Instruksi yang seperti ini dapat
ditemukan pada keluarga MCS-51 termasuk Intel 80C51, P87CLXX dari Philips dan
Atmel AT89LSXX
- · Fleksibilitas pengalamatan program dan data. Biasanya program selalu ada di ROM dan data selalu ada di RAM. Arsitektur Von Neumann memungkinkan prosesor untuk menjalankan program yang ada didalam memori data (RAM). Misalnya pada saat power on, dibuat program inisialisasi yang mengisi byte di dalam RAM. Data di dalam RAM ini pada gilirannya nanti akan dijalankan sebagai program. Sebaliknya data juga dapat disimpan di dalam memori program (ROM). Contohnya adalah data look-up-table yang ditaruh di ROM. Data ini ditempatkan di ROM agar tidak hilang pada saat catu daya mati. Pada mikroprosesor Von Neumann, instruksi yang membaca data look-up-table atau program pengambilan data di ROM, adalah instruksi pengalamatan biasa. Sebagai contoh, pada mikrokontroler 8bit Motorola 68HC11.
- · Dengan arsitektur Von Neuman prosesor tidak perlu membedakan program dan data. Prosesor tipe ini tidak memerlukan control bus tambahan berupa pin I/O khusus untuk membedakan program dan data. Karena kemudahan ini, tidak terlalu sulit bagi prosesor yang berarsitektur Von Neumann untuk menambahan peripheral eksternal seperti A/D converter, LCD, EEPROM dan devais I/O lainnya. Biasanya devais eksternal ini sudah ada di dalam satu chips, sehingga prosesor seperti ini sering disebut dengan nama mikrokontroler (microcontroller).
Arsitektur
Von Neumann bukan tidak punya kelemahan, diantaranya adalah bus
tunggalnya itu sendiri. Sehingga instruksi untuk mengakses program dan data
harus dijalankan secara sekuensial dan tidak bisa dilakukan overlaping
untuk menjalankan dua isntruksi yang berurutan. Selain itu bandwidth
program harus sama dengan banwitdh data. Jika memori data adalah 8 bits
maka program juga harus 8 bits. Satu instruksi biasanya terdiri dari opcode
(instruksinya sendiri) dan diikuti dengan operand (alamat atau data).
Karena memori program terbatas hanya 8 bits, maka instruksi yang panjang harus
dilakukan dengan 2 atau 3 bytes. Misalnya byte pertama adalah opcode dan
byte berikutnya adalah operand. Secara umum prosesor Von Neumann
membutuhkan jumlah clock CPI (Clock per Instruction) yang relatif
lebih banyak dan walhasil eksekusi instruksi dapat menjadi relatif lebih lama.
| FFF FFF |
CCC CCC |
999 999 |
666 666 |
333 333 |
000 000 |
FFC C00 |
FF9 900 |
FF6 600 |
FF3 300 |
||||||
| 99C C00 |
CC9 900 |
FFC C33 |
FFC C66 |
FF9 966 |
FF6 633 |
CC3 300 |
CC0 033 |
||||||||
| CCF F00 |
CCF F33 |
333 300 |
666 600 |
999 900 |
CCC C00 |
FFF F00 |
CC9 933 |
CC6 633 |
330 000 |
660 000 |
990 000 |
CC0 000 |
FF0 000 |
FF3 366 |
FF0 033 |
| 99F F00 |
CCF F66 |
99C C33 |
666 633 |
999 933 |
CCC C33 |
FFF F33 |
996 600 |
993 300 |
663 333 |
993 333 |
CC3 333 |
FF3 333 |
CC3 366 |
FF6 699 |
FF0 066 |
| 66F F00 |
99F F66 |
66C C33 |
669 900 |
999 966 |
CCC C66 |
FFF F66 |
996 633 |
663 300 |
996 666 |
CC6 666 |
FF6 666 |
990 033 |
CC3 399 |
FF6 6CC |
FF0 099 |
| 33F F00 |
66F F33 |
339 900 |
66C C00 |
99F F33 |
CCC C99 |
FFF F99 |
CC9 966 |
CC6 600 |
CC9 999 |
FF9 999 |
FF3 399 |
CC0 066 |
990 066 |
FF3 3CC |
FF0 0CC |
| 00C C00 |
33C C00 |
336 600 |
669 933 |
99C C66 |
CCF F99 |
FFF FCC |
FFC C99 |
FF9 933 |
FFC CCC |
FF9 9CC |
CC6 699 |
993 366 |
660 033 |
CC0 099 |
330 033 |
| 33C C33 |
66C C66 |
00F F00 |
33F F33 |
66F F66 |
99F F99 |
CCF FCC |
CC9 9CC |
996 699 |
993 399 |
990 099 |
663 366 |
660 066 |
|||
| 006 600 |
336 633 |
009 900 |
339 933 |
669 966 |
99C C99 |
FFC CFF |
FF9 9FF |
FF6 6FF |
FF3 3FF |
FF0 0FF |
CC6 6CC |
CC3 3CC |
|||
| 003 300 |
00C C33 |
006 633 |
339 966 |
66C C99 |
99F FCC |
CCF FFF |
339 9FF |
99C CFF |
CCC CFF |
CC9 9FF |
996 6CC |
663 399 |
330 066 |
990 0CC |
CC0 0CC |
| 00F F33 |
33F F66 |
009 933 |
00C C66 |
33F F99 |
99F FFF |
99C CCC |
006 6CC |
669 9CC |
999 9FF |
999 9CC |
993 3FF |
660 0CC |
660 099 |
CC3 3FF |
CC0 0FF |
| 00F F66 |
66F F99 |
33C C66 |
009 966 |
66F FFF |
66C CCC |
669 999 |
003 366 |
336 699 |
666 6FF |
666 6CC |
666 699 |
330 099 |
993 3CC |
CC6 6FF |
990 0FF |
| 00F F99 |
66F FCC |
33C C99 |
33F FFF |
33C CCC |
339 999 |
336 666 |
006 699 |
003 399 |
333 3FF |
333 3CC |
333 399 |
333 366 |
663 3CC |
996 6FF |
660 0FF |
| 00F FCC |
33F FCC |
00F FFF |
00C CCC |
009 999 |
006 666 |
003 333 |
339 9CC |
336 6CC |
000 0FF |
000 0CC |
000 099 |
000 066 |
000 033 |
663 3FF |
330 0FF |
| 00C C99 |
© 2006 VisiBone | 009 9CC |
33C CFF |
66C CFF |
669 9FF |
336 6FF |
003 3CC |
330 0CC |
|||||||
| 00C CFF |
009 9FF |
006 6FF |
003 3FF | ||||||||||||
sumber : http://panduandasar.com/tabel-warna-html
Diberdayakan oleh Blogger.






