Laporan Modul 2 Sistem Operasi DOWNLOAD

Laporan Modul 1 Sistem Operasi DOWNLOAD

Laporan Modul 3 Sistem Operasi DOWNLOAD







Pengertian

Pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.



Penamaan
Asteroid yang baru ditemukan diberikan suatu penandaan sementara (contohnya 2002 AT4) terdiri atas tahun penemuan dan kode alfanumerik yang menunjukkan setengah bulanan dari penemuan dan urutan penemuan dalam setengah bulanan tersebut. Setelah orbit asteroid terkonfirmasi, asteroid tersebut diberikan angka dan kemudian dapat juga diberikan nama (contohnya 433 Eros)

Tata Surya

 Asteroid dalam sistem tata surya pertama kali
ditemukan adalah 1 Ceres ditemukan pada 1801
oleh Giuseppe Piazzi. Kini rata-rata sebanyak 5000
buah per bulan ditemukan penemuan baru
dari asteroid. Diperkirakan asteroid berdiameter
lebih dari 1 km berjumlah 1.1 hingga 1.9
juta. Asteroid terluas sebelah dalam yaitu 1
Ceres berdiameter 900-1000 km.Dua asteroid
sabuk sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta
berdiameter 500 km





Berikut adalah contoh dari proses eksekusi program :
Keterangan :
  • Program Counter (PC) = Address of Instruction
  • Instruction Register (IR) = Instruction being Executed
  • Accumulator (AC) = Temporary Storage
Berikut ini penjelasannya:
  1. PC berisi angka 300 dimana angka 300 didapat dari alamat perintah pertama yang diberkan dari memory. Kemudian, perintah dalam bentuk hexadecimal (1940) masuk ke dalam IR sehingga nilai IR menjadi 1940.
  2. Setelah IR berisi nilai 1940, hal tersebut mengindikasikan AC harus diisi dengan nilai pada alamat 940. Bukan alamat lain seperti 450, 560 atau lainnya, hal tersebut terjadi karena nilai AC yang harus diisi mengikuti nilai dari IR itu sendiri. Dengan kata lain, nilai AC akan menyesuaikan dengan nilai yang terdapat pada IR karena kita akan mengambil 3 digits hexadecimal yang terdapat pada IR.  Dalam contoh ini, nilai IR 1940, maka yang diambil ada nilai yang berada pada alamat 1940 (940), yaitu 0003.
  3. Perintah selanjutnya (5941) di dapat dari alamat 301 sehingga PC akan bernilai menjadi 301 dan IR bernilai 5941. AC akan mengambil nilai yang terdapat pada alamat 941. Namun, AC tidak berubah seperti PC dan IR, AC akan ditambkan dengan nilai yang sebelumnya sudah ada. Sehingga nilai AC saat ini menjadi 0005 (0002+0003). AC tidak berubah mutlak atau ditambahkan, karena AC sendiri merupakan penyimpanan sementara sehingga nilainya akan ditambahkan sampai program selesai dieksekusi.
  4. Perintah selanjutnya (2941) yang di dapat dari alamat 302, maka PC bernilai 302 dan IR bernilai 2941. Sedangkan AC tetap karena ini adalah akhir dari eksekusi program. Langkah terakhir adalah memindahkan nilai AC ke alamat memori 941. 



sumber : http://iqbalparabi.com/sistem-dan-arsitektur-komputer/




Ada dua kelas utama dari arsitektur komputer, yaitu ‘arsitektur Havard’ dan ‘arsitektur Von Neumann (atau Princeton).

Arsitektur Harvard
  1. Arsitektur Havard menggunakan memori terpisah untuk program dan data dengan alamat dan bus data yang berdiri sendiri
  2. Karena dua perbedaan aliran data dan alamat, maka tidak diperlukan multiplexing alamat dan bus data.
  3. Arsitektur ini tidak hanya didukung dengan bus paralel untuk alamat dan data, tetapi juga menyediakan organisasi internal yang berbed sedemikian rupa instruksi dapat diambil dan dikodekan ketika berbagai data sedang diambil dan dioperasikan. 
  4.  Lebih lanjut lagi, bus data bisa saja memiliki ukuran yang berbeda dari bus alamat. Hal ini memungkinkan pengoptimalan bus data dan bus alamat dalam pengeksekusian instruksi yang cepat 
  5. Sebagai contoh, mikrokontroler Intel keluarga MCS-51 menggunakan arsitektur Havard karena ada perbedaan kapasitas memori untuk program dan data, dan bus terpisah (internal) untuk alamat dan data. 
  6. Begitu juga dengan keluarga PIC dari Microchip yang menggunakan arsitektur Havard.

Arsitektur Von Neumann
  1. Pada arsitektur Von Neumann, program dan data dibagi pada ruang memori yang sama. 
  2. Arsitektur Von Neumann menyediakan fitur penyimpanan dan modifikasi program secara mudah. Bagaimanapun, penyimpanan program tidak mungkin optimal dan membutuhkan berbagai pengumpulan program dan data untuk membentuk instruksi. Pengumpulan program dan data diselesaikan menggunakan time division multiplexing yang akan berpengaruh pada performa mikrokontroler itu sendiri 
  3. Salah satu contoh mikrokontroler yang menggunakan arsitektur Von Neumann (princeton) adalah Motorola 68HC11.





Kelebihan Arsitektur Harvard
  • Semua data di dalam program selebar 1 byte (8-bit). Karena bus data yang digunakan dalam pembacaa program memiliki beberapa jalur (12, 14 atau 16), instruksi dan data dapat dibaca dibaca sekaligus. Dengan demikian, semua instruksi dapat dieksekusi hanya dengan satu siklus instruksi, kecuali instruksi lompat (jump) yang dieksekusi dalam dua siklus.
  • Kenyataan bahwa program (ROM) dan data sementara (RAM) terpisah, CPU dapat mengeksekusi dua instruksi sekaligus. Gampangnya, selama proses pembacaan dan penulisan RAM (akhir dari suatu instruksi), instruksi berikutnya dibaca melalui bus yang lain.
  • Jika menggunakan mikrokontrole menggunakan arsitektur Von-Neumann kita tidak bisa tahu seberapa banyak memori yang dibutuhkan oleh beberapa instruksi. Pada dasarnya, masing-masing instruksi program membutuhkan dua lokasi memori (satu mengandung instruksi APA yang harus dilakukan, sedangkan sisanya mengandung informasi data YANG MANA akan diproses).

Kekurangan Arsitektur Harvard
Arsitektur Harvard tidak memungkinkan untuk menempatkan data pada ROM. Kedengarannya aneh, tetapi arsitektur ini memang tidak memungkinkan untuk mengakses data yang ada di ROM. Namun hal ini bisa diatasi dengan cara membuat instruksi dan mekanisme khusus untuk pengalamatan data di ROM. Mikroprosesor yang memiliki instruksi seperti ini biasanya disebut ber-arsitektur Modified Harvard. Instruksi yang seperti ini dapat ditemukan pada keluarga MCS-51 termasuk Intel 80C51, P87CLXX dari Philips dan Atmel AT89LSXX

Kelebihan Arsitektur Von Neumann
  • ·         Fleksibilitas pengalamatan program dan data. Biasanya program selalu ada di ROM dan data selalu ada di RAM. Arsitektur Von Neumann memungkinkan prosesor untuk menjalankan program yang ada didalam memori data (RAM). Misalnya pada saat power on, dibuat program inisialisasi yang mengisi byte di dalam RAM. Data di dalam RAM ini pada gilirannya nanti akan dijalankan sebagai program. Sebaliknya data juga dapat disimpan di dalam memori program (ROM). Contohnya adalah data look-up-table yang ditaruh di ROM. Data ini ditempatkan di ROM agar tidak hilang pada saat catu daya mati. Pada mikroprosesor Von Neumann, instruksi yang membaca data look-up-table atau program pengambilan data di ROM, adalah instruksi pengalamatan biasa. Sebagai contoh, pada mikrokontroler 8bit Motorola 68HC11.
  • ·         Dengan arsitektur Von Neuman prosesor tidak perlu membedakan program dan data. Prosesor tipe ini tidak memerlukan control bus tambahan berupa pin I/O khusus untuk membedakan program dan data. Karena kemudahan ini, tidak terlalu sulit bagi prosesor yang berarsitektur Von Neumann untuk menambahan peripheral eksternal seperti A/D converter, LCD, EEPROM dan devais I/O lainnya. Biasanya devais eksternal ini sudah ada di dalam satu chips, sehingga prosesor seperti ini sering disebut dengan nama mikrokontroler (microcontroller).


Kekurangan Arsitektur Von Neumann
Arsitektur Von Neumann bukan tidak punya kelemahan, diantaranya adalah bus tunggalnya itu sendiri. Sehingga instruksi untuk mengakses program dan data harus dijalankan secara sekuensial dan tidak bisa dilakukan overlaping untuk menjalankan dua isntruksi yang berurutan. Selain itu bandwidth program harus sama dengan banwitdh data. Jika memori data adalah 8 bits maka program juga harus 8 bits. Satu instruksi biasanya terdiri dari opcode (instruksinya sendiri) dan diikuti dengan operand (alamat atau data). Karena memori program terbatas hanya 8 bits, maka instruksi yang panjang harus dilakukan dengan 2 atau 3 bytes. Misalnya byte pertama adalah opcode dan byte berikutnya adalah operand. Secara umum prosesor Von Neumann membutuhkan jumlah clock CPI (Clock per Instruction) yang relatif lebih banyak dan walhasil eksekusi instruksi dapat menjadi relatif lebih lama.





FFF
FFF
CCC
CCC
999
999
666
666
333
333
000
000
FFC
C00
FF9
900
FF6
600
FF3
300

99C
C00

CC9
900
FFC
C33
FFC
C66
FF9
966
FF6
633
CC3
300

CC0
033
CCF
F00
CCF
F33
333
300
666
600
999
900
CCC
C00
FFF
F00
CC9
933
CC6
633
330
000
660
000
990
000
CC0
000
FF0
000
FF3
366
FF0
033
99F
F00
CCF
F66
99C
C33
666
633
999
933
CCC
C33
FFF
F33
996
600
993
300
663
333
993
333
CC3
333
FF3
333
CC3
366
FF6
699
FF0
066
66F
F00
99F
F66
66C
C33
669
900
999
966
CCC
C66
FFF
F66
996
633
663
300
996
666
CC6
666
FF6
666
990
033
CC3
399
FF6
6CC
FF0
099
33F
F00
66F
F33
339
900
66C
C00
99F
F33
CCC
C99
FFF
F99
CC9
966
CC6
600
CC9
999
FF9
999
FF3
399
CC0
066
990
066
FF3
3CC
FF0
0CC
00C
C00
33C
C00
336
600
669
933
99C
C66
CCF
F99
FFF
FCC
FFC
C99
FF9
933
FFC
CCC
FF9
9CC
CC6
699
993
366
660
033
CC0
099
330
033
33C
C33
66C
C66
00F
F00
33F
F33
66F
F66
99F
F99
CCF
FCC

CC9
9CC
996
699
993
399
990
099
663
366
660
066
006
600
336
633
009
900
339
933
669
966
99C
C99

FFC
CFF
FF9
9FF
FF6
6FF
FF3
3FF
FF0
0FF
CC6
6CC
CC3
3CC
003
300
00C
C33
006
633
339
966
66C
C99
99F
FCC
CCF
FFF
339
9FF
99C
CFF
CCC
CFF
CC9
9FF
996
6CC
663
399
330
066
990
0CC
CC0
0CC
00F
F33
33F
F66
009
933
00C
C66
33F
F99
99F
FFF
99C
CCC
006
6CC
669
9CC
999
9FF
999
9CC
993
3FF
660
0CC
660
099
CC3
3FF
CC0
0FF
00F
F66
66F
F99
33C
C66
009
966
66F
FFF
66C
CCC
669
999
003
366
336
699
666
6FF
666
6CC
666
699
330
099
993
3CC
CC6
6FF
990
0FF
00F
F99
66F
FCC
33C
C99
33F
FFF
33C
CCC
339
999
336
666
006
699
003
399
333
3FF
333
3CC
333
399
333
366
663
3CC
996
6FF
660
0FF
00F
FCC
33F
FCC
00F
FFF
00C
CCC
009
999
006
666
003
333
339
9CC
336
6CC
000
0FF
000
0CC
000
099
000
066
000
033
663
3FF
330
0FF
00C
C99
© 2006 VisiBone 009
9CC
33C
CFF
66C
CFF
669
9FF
336
6FF
003
3CC

330
0CC

00C
CFF
009
9FF
006
6FF
003
3FF




sumber : http://panduandasar.com/tabel-warna-html
Diberdayakan oleh Blogger.